1 Buku untuk Indonesia

Berbagi buku untuk pendidikan

JOGJA MEMBACA

Leave a comment

Perpustakaan TK Kyai Mojo

“saya ingin mempunyai perpustakaan di sekolah kecil ini, agar anak-anak punya kebiasaan membaca dari usia dini “

Itulah yang Bu Peni (60th)ucapkan saat saya dan beberapa teman dari tim 1 Buku untuk Indonesia menanyakan kenapa beliau berjuang mengumpulkan satu dua buku dari para donatur untuk perpustakaan di sekolahnya.

Suasana kelas TK 0 besar TK Kyai Mojo

Suasana kelas Nol kecil TK Kyai Mojo

Sekolah sederhana dengan jumlah murid sekitar 27 anak ini menjadi tempat di mana Bu Peni menghabiskan waktunya selepas pensiun. TK Kyai Mojo. Itulah nama taman kanak-kanak yang berdiri di atas gedung balai kampung Pingit. Sekolah yang Beliau bangun dengan usaha sendiri karena keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Beliau menyadari bahwa meskipun Yogyakarta adalah kota pendidikan, tapi untuk beberapa kalangan, sekolah masih menjadi harga mahal. Di lingkungan tempat Beliau mengajar ini adalah lingkungan orang-orang pinggiran yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai pemulung, pengemis dan juga pengamen. Pengasilan yang minim dan minim pula berkas identitas keluarga (kartu keluarga, KTP, akta kelahiran) terkadang menyulitkan mereka untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah umum. Dari situ, Beliau mulai menggandeng warga yang memang mengalami kesulitan untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah lain. Tak lain dan tak bukan hanya ingin memudahkan mereka. juga agar anak-anak bisa tetap bersekolah menuntut ilmu setinggi mungkin.

Melihat keprihatinan yang dirasakan oleh Bu Peni, saya dan teman-teman di Komunitas 1 Buku untuk Indonesia merasa ingin juga berbuat sesuatu untuk membantu sekolah mandiri itu.

Pepustakaan Dusun GlagahWero, Cangkringan

Sore di sebuah dusun di sebelah selatan kaki Gunung Merapi terlihat sangat anggun. Penduduk memanggul berkarung-karung padi hasil dari panenan sawah mereka. Pertanian, memang menjadi tulang punggung untuk kehidupan di dusun ini dan sekitarnya. Anak-anak tampak sudah berdandan dan berlarian ke arah masjid. TPA. Setiap sore mereka mendatangi masjid yang terletak di pinggir sawah untuk belajar membaca Al-Qur’an.

Langkah kami langsung mengikuti beberapa anak itu. Memasuki gerbang Masjid yang sudah tampak ramai oleh beberapa anak kecil. Mereka menggelar karpet dan menata meja untuk belajar baca Al-Qur’an di serambi masjid. Yang lain tampak berkumpul membaca buku.

Di pojokan serambi, kami melihat beberapa rak buku yang beberapa kosong dan beberapa lagi terisi buku. Persis seperti apa yang pernah di ceritakan oleh Edi, teman yang sebulan lalu tinggal selama satu bulan di desa ini untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata, KKN.
“Di dusun ini ada perpustakaannya. Tak banyak bukunya. Tapi minat baca anak-anak tinggi. Mereka selalu datang ke masjid untuk beribadah dan juga membaca buku. Sayangnya, karena buku untuk anak-anak yang minim, mereka sering membaca buku-buku atau majalah yang seharusnya untuk orang dewasa.” Ungkap Edi Winarto.

Itulah pertemuan dua tempat yang akhirnya kami jadikan target pendistribusian buku di program ke tiga kami.

Mengumpulkan buku

Gerakan saya dan teman-teman di komunitas 1 Buku yang memang fokus pada pengumpulan dan pendistribusian buku untuk perpustakaan-perpustakaan sekolah maupun daerah, kemudian berembug untuk mengumpulkan buku anak-anak dan dewasa. Selama hampir dua bulan kami menggarap proyek yang kami namai “Jogja Membaca”. selama dua bulan itu juga, kami berhasil mengumpulkan lebih dari 1000 buku. Buku-buku tersebut kemudian kami bagi dua menyesuaikan segmen dari tempat-tempat yang akan kami tuju tersebut.

Pendistribusian

Bertepatan dengan hari pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2012, kami merayakan hari itu dengan mendistribusikan 1000 buku untuk perpustakaan di TK Kyai Mojo dan Perpustakaan di dusun Glagahwero, cangkringan Yogyakarta. Bersama dengan beberapa komunitas yang juga concern di dunia anak-anak, komunitas Pagi Berbagi, komunitas Dolanan Anak, dan Komunitas Panggung Boneka, kami melakukan prosesi serah terima dengan pihak sekolah dan kepala dusun.

Image

Keceriaan saat bermain ular naga panjang

Prosesi serah terima pertama kami langsungkan di TK Kyai Mojo. Pagi setelah anak-anak menyelesaikan 1 mata pelajarannya mereka berkumpul di halaman sekolah yang sedang dalam proses pembangunan lapangan badminton untuk warga kampung. Di bawah kayu-kayu penyangga cor-coran dan di antara debu-debu bangunan, anak-anak, guru dan orang tua tampak riang berkumpul dan mengeluarkan satu per satu kursi dan meja untuk acara hari itu.

Prosesi serah terima pun dilangsungkan. Bu Peni selaku guru dan juga kepala sekolah menerima 500-an buku yang sudah kami bawa dan tata di rak kecil sekolah.
“akhirnya, kami mempunyai perpustakaan kecil yang selama ini kami impikan.” Ungkap Bu Peni dalam pidatonya.

Selesai acara serah terima, kami diajak untuk bermain dengan Komunita Dolanan Anak. Kami yang sudah dewasa ini, merasa seperti kembali ke usia kanak-kanank saat bermain ular naga panjang, Kepala Pundak Lutut kaki dan tarsan. Sedangkan anak-anak? Jangan di tanya. Mereka sangat menikmati permainan-permainanan yang disuguhkan apik oleh komunitas Dolanan Anak yang di pandu oleh Mbak Widya. Itu terbukti dari binar wajah yang kami temui pagi itu.

Acara pun kemudian dilanjutkan dengan berbagi snack dari komunitas Pagi Berbagi.
Selesai acara, kami tertahan sejenak di antara rak buku dan anak-anak karena anak-anak meminta kami untuk membacakan cerita dari buku. Mereka mengambil buku yang mereka suka dan menyodorkan ke kami untuk kemudian di bacakan.

TK Kyai Mojo, sebuah TK kecil di tengah kota Yogyakarta yang dari sana akan lahir pemimpin-pemimpin besar untuk Negeri ini. semoga, buku-buku yang kami bawa dari para sahabat 1 Buku untuk Indonesia bisa menuntun langkah mereka meraih mimpinya.

Image

Keluarga baru @1buku – TK Kyai Mojo Pingit Yogyakarta

***

Prosesi kedua, sore harinya, kami langsungkan di dusun Glagahwero. Hari itu jadwal untuk TPA digantikan untuk prosesi serah terima buku dari komunitas 1 Buku untuk Indonesia.

Anak-anak sudah berkumpul di aula kecil di muka masjid. Acarapun kami mulai dengan doa dan kemudian dilanjutkan prosesi serah terima dari Komunitas 1 Buku untuk Indonesia yang di wakili oleh Chendy Mayayuanita kepada Kepala dusun Glagahwero. Anak-anak mengaku senang mendapat buku cerita, majalah, dan ensiklopedia yang kami bawa.

“Buku-buku yang ada di perpustakaan masjid itu silahkan dibaca. Pilih mana yang kalian suka. Tapi di jaga baik-baik. Kalau sudah selesai membaca dikembalikan agar teman-teman yang lain juga bisa membaca buku itu ya…” pesan Chendy kepada anak-anak.

Kemudian, anak-anak dan orangtua medapat suguhan lucu dari Komunitas Panggung Boneka yang menceritakan tentang Sekolah. Cerita yang dibawakan oleh karakter hewan seperti, macan, katak, dan kelinci membius 30 menit pementasan. Tawa dan ceplosan anak-anak melihat pementasan itu menghiasi sore di dusun Glagahwero. Menjelang senja, kami berpamitan kepada anak-anak dan orangtua.

Image

Terhipnotis pertunjukan Panggung Boneka

Image

Keluarga baru @1buku – Warga dusun Glagahwero, Cangkringan, Yogyakarta

Hari itu pun menjadi hari yang membahagiakan karena amanat untuk mendistribusikan buku untuk TK Kyai Mojo dan Dusun Glagahwero sudah kami laksanakan. Harapan yang kami selipkan di antara nama “Jogja Membaca” sudah kami realisasikan dengan menghadirkan buku untuk mereka baca.

Jika dulu, Ki Hajar Dewantara membuat sejarah dengan bejuang untuk menegakkan pendidikan di Indonesia, kami hari ini juga membuat sejarah kecil dengan mengirimkan buku agar anak-anak bisa melihat indahnya dunia lewat jendela buku.

Selamat hari pendidikan, para penggerak roda pendidikan Indonesia… 🙂

_RosaDahlia_

Advertisement

Author: 1 buku untuk indonesia

1 Buku untuk Indonesia adalah wadah berbagi untuk para pemerhati pendidikan terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal dan terpencil. 1Buku untuk Indonesia fokus pada pengumpulan buku (baik baru maupun bekas) dan mendistribusikannya ke perpustakaan/daerah-daerah yang masih membutuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s